EDUCATION ON PROVIDING MODIFIED FOOD TO IMPROVE TODDLERS' APPETITE IN THE GRABAG PUBLIC HEALTH CENTER WORKING AREA
Kata Kunci:
Makanan Modifikasi, Balita, Gizi BalitaAbstrak
Preferensi makanan dan perilaku makan yang diatur sendiri dianggap dipengaruhi oleh praktik pemberian makan bayi sejak dini. Anak yang sehat jasmani dan mental dapat berkembang dengan baik. Kekurangan gizi pada usia dini dapat menyebabkan stunting (pendek), wasting (kurus), kekurangan vitamin dan mineral, dan masalah kesehatan lainnya yang dapat terjadi di masa depan kelak. (Inamah,dkk 2024).
Angka stunting di Purworejo pada tahun 2022 adalah 21,3%, meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 15,7%. Namun, pada tahun 2023, angka stunting di Purworejo mengalami penurunan menjadi 20,6%, dan pada tahun 2024, data e-PPGBM menunjukkan angka 14,6% dari 39 ribu balita. Pemerintah Kabupaten Purworejo telah menetapkan 16 desa sebagai prioritas penurunan stunting pada tahun 2025.
Menurut data Puskesmas Grabag Juli 2025 balita stunting yang ada diwilayah Puskesmas Grabag tercata ada 332 balita sedangkan yang memiliki gizi kurang tercatat ada 127 dan yang yang memiliki berat badan kurang ada 251 balita (Puskesmas Grabag, 2025).
Dalam upaya pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Grabag di perlukan edukasi terhadap ibu balita untuk meningkatkan asupan gizi kepada balitanya, pemberian makanan pendamping ASI yang diminatioleh bayi dan memnuhi gizi seimbang yang akan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi pada balita. Oleh karena itu, ibu balita perlu memahami dan mengetahui berbagai bentuk makanan modifikasi yang adapat disajikan pada balita dengan tetap memperhatikan pemenuhan gizi seimbang yang dibutuhkan.