KECEMASAN DIGITAL DAN FOMO: DAMPAK MEDIA SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA PASCA-PANDEMI

Penulis

  • Lianasari Sari
  • Ihsanudin Setiawan
  • Zanaya

Kata Kunci:

Media Sosial, Kecemasan, FOMO

Abstrak

Pandemi COVID-19 telah mengubah pola interaksi sosial remaja secara signifikan, dengan media sosial menjadi ruang utama untuk berkomunikasi, berekspresi, dan membangun identitas diri. Namun, intensitas penggunaan media sosial pasca-pandemi juga menimbulkan konsekuensi psikologis yang kompleks. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak media sosial terhadap kesehatan mental remaja, khususnya terkait fenomena meningkatnya kecemasan, rasa takut tertinggal (Fear of Missing Out/FOMO), serta pencarian identitas diri di era digital. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menyoroti pengalaman subjektif remaja dalam menghadapi tekanan sosial yang muncul dari eksposur berlebihan terhadap konten daring. Hasil analisis menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya menjadi sarana hiburan dan koneksi, tetapi juga memicu perasaan tidak aman, perbandingan sosial, dan ketergantungan emosional. Kecemasan muncul ketika remaja merasa harus selalu terhubung agar tidak kehilangan informasi atau momen penting, sementara FOMO memperkuat rasa terisolasi ketika mereka tidak mampu mengikuti tren yang sedang berlangsung. Di sisi lain, media sosial juga berfungsi sebagai arena pencarian identitas, di mana remaja mencoba membangun citra diri melalui representasi digital. Artikel ini menekankan pentingnya intervensi berbasis komunitas dan peran keluarga dalam memberikan dukungan psikososial, membangun literasi digital, serta menciptakan ruang aman bagi remaja untuk mengekspresikan diri tanpa tekanan berlebihan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang dinamika kesehatan mental remaja pasca-pandemi dan menawarkan perspektif intervensi yang lebih holistik.

Unduhan

Diterbitkan

30-08-2026