Hubungan Kadar Haemoglobin Dengan Status Gizi Balita Usia 2-5 Tahun Di Desa Bawu Kemusu Boyolali
The Relationship Between Haemoglobin Levels And The Nutritional Status Of Toddlers Aged 2-5 Years In Bawu Village, Kemusu, Boyolali
DOI:
https://doi.org/10.56772/jkk.v17i1.486Kata Kunci:
Kadar Haemoglobin, Balita, Status GiziAbstrak
Masa balita merupakan periode kritis dalam siklus pertumbuhan dan perkembangan manusia, dimana asupan nutrisi yang optimal menjadi fondasi utama bagi kesehatan fisik dan kecerdasan kognitif di masa depan. Masalah gizi balita mencakup wasting, dan obesitas membawa konsekuensi serius bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Anemia, khususnya anemia defisiensi besi, merupakan salah satu masalah gizi mikro yang memiliki dampak terhadap status gizi anak. Desa Bawu merupakan angka wasting tertinggi di Kecamatan Kemusu yaitu di angka 9,07 % dan obesitas 4,39 %. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kadar haemoglobin dengan status gizi balita usia 2-5 tahun. Jenis penelitian Kuantitatif ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional Populasi penelitian yaitu semua balita usia 2-5 tahun 184 balita. Sampelnya sejumlah 134 balita. Teknik sampling accidental sampling. Instrumen yang digunakan lembar observasi hasil timbang ukur dan pencatatan hasil cek haemoglobin. Analisis bivariat dengan uji Spearman Rho. Hasil uji menggunakan uji Spearman Rho didapatkan nilai p value sebesar 0,871 nilai tersebut lebih besar dari nilai ⍴-value = 0,05 (⍴ > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa Ha ditolak dan Ho diterima. Artinya tidak ada hubungan antara kadar haemoglobin dengan status gizi balita usia 2-5 tahun di desa Bawu Kemusu Boyolali. Perlu dilakukan skrining kadar hemoglobin secara rutin tanpa hanya berpatokan pada tampilan fisik atau status gizi balita, mengingat balita dengan status gizi normal berpotensi memiliki kadar haemoglobin rendah.
Kata Kunci : Kadar Haemoglobin, Balita, Status Gizi











