http://ejurnal.ibisa.ac.id/index.php/jp/issue/feed Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat IBISA 2026-01-17T03:14:59+08:00 Eko Jhony Pranata ekojhonypranata@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (ABDIMAS)</strong> adalah sebuah jurnal peer-review yang didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian yang berkualitas dalam riset pengabdian masyarakan dan publikasi ilmiah yang mencakup scope tentang Kesehatan, Teknologi, Ekonomi. Semua publikasi di jurnal pengabdian bersifat akses terbuka yang memungkinkan artikel tersedian secara bebas online dan tanpa berlangganan apapun.</p> <div style="display: none;"> <p><a href="https://thetastebook.com/">slot 777</a></p> <p><a href="https://tpi.unal.edu.co/">bonengjitu</a></p> </div> http://ejurnal.ibisa.ac.id/index.php/jp/article/view/453 IMPLEMENTASI MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA SEBAGAI INOVASI EDUKASI KESEHATAN REMAJA 2026-01-10T04:38:41+08:00 Helmi Nurlaili helmi.nurlaili@poltekkes-solo.ac.id Ulfah Hidayati ulfahhidayatimg13@gmail.com <p style="text-align: justify;">Posyandu remaja menjadi salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan kesehatan remaja. Peningkatan<br>pengetahuan remaja dapat dilakukan melalui permainan ular tangga yang bersifat dua arah dan active<br>learning. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari minggu tanggal 23 Februari 2025 kepada 45 remaja di<br>Posyandu Remaja Desa Tlogokates, Kecamatan Dadirejo, Kabupaten Purworejo. Permainan ular tangga<br>membutuhkan board game, dadu, dan kartu pertanyaan. Kegiatan diawali dengan pemeriksaan tinggi badan,<br>berat badan, dan tekanan darah. Pengetahuan remaja diidentifikasi melalui kuesioner pre dan posttest.<br>Remaja terlihat antusias selama mengikuti permainan. Perwakilan setiap kelompok menyelesaikan<br>permainan sejak awal hingga akhir. Anggota lain pun ikut terlibat dengan memberi bantuan jawaban sesuai<br>pertanyaan yang didapatkan. Beberapa remaja pun aktif bertanya. Terdapat peningkatan rata-rata<br>pengetahuan remaja sebelum (60) dan sesudah (92,7) mengikuti permainan ular tangga dengan nilai ???? =<br>0,002. Hal ini menunjukkan bahwa media permainan ular tangga mampu meningkatan pengetahuan remaja.</p> 2025-12-15T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2026 Helmi Nurlaili, Ulfah Hidayati http://ejurnal.ibisa.ac.id/index.php/jp/article/view/454 KOMUNIKASI, INFORMASI, DAN EDUKASI (KIE) TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) UNTUK DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA WANITA USIA SUBUR DI DEMANGAN, CONDONGSARI, BANYUURIP, PURWOREJO 2026-01-10T04:54:44+08:00 Fetty Chandra Wulandari ottev88@gmail.com <p>Kanker payudara merupakan masalah kesehatan yang serius dan menjadi penyebab<br>kematian tertinggi pada wanita di Indonesia. kasus kanker payudara terus meningkat<br>setiap tahunnya, dan sebagian besar terdeteksi pada stadium lanjut. Kurangnya kesadaran<br>wanita usia subur terhadap pentingnya deteksi dini menjadi salah satu faktor utama<br>tingginya angka mortalitas akibat kanker payudara. Pemeriksaan Payudara Sendiri<br>(SADARI) merupakan metode sederhana, murah, dan dapat dilakukan sendiri oleh setiap<br>wanita untuk mendeteksi adanya kelainan pada payudara sejak dini. Namun, berdasarkan<br>survei awal di Demangan, Condongsari, Banyuurip, Purworejo, sebagian besar wanita<br>belum memahami langkah-langkah SADARI dengan benar. Kegiatan pengabdian<br>masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan wanita usia subur<br>dalam melakukan SADARI melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE).<br>Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan, demonstrasi, diskusi interaktif, dan<br>evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya<br>peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti<br>kegiatan. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif<br>masyarakat dalam upaya deteksi dini kanker payudara.</p> 2025-12-15T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2026 Fetty Chandra Wulandari http://ejurnal.ibisa.ac.id/index.php/jp/article/view/455 OPTIMALISASI POSYANDU REMAJA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR MELALUI EDUKASI DAN PEMANTAUAN STATUS KESEHATAN BERBASIS ASUHAN KEBIDANAN 2026-01-10T05:05:36+08:00 Dwi Indah Wulandari dwiwulandari@stikesmus.ac.id Catur Setyorini catur.ririn@yahoo.co.id Atina Maya Fadhila atinamaya470@gmail.com <p>Posyandu remaja adalah salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam upaya kesehatan yang dikelola<br>secara bersama-sama, melibatkan para remaja serta komunitas sekitar dalam pembangunan Kesehatan. Kegiatan<br>ini untuk memberdayakan masyarakat secara keseluruhan, khususnya remaja, dan memberikan akses yang lebih<br>mudah bagi mereka dalam mendapatkan layanan kesehatan yang diperlukan, hal ini bertujuan untuk meningkatkan<br>kesehatan dan keterampilan hidup sehat pada remaja.<br>Kegiatan pengabdian pada remaja ini dilaksanakan secara rutin dan terkontrol setiap tiga bulan sekali.<br>Hasil dari pengabdian 19 remaja didapatkan remaja yang hadir dalam pemeriksaan sebanyak 16 remaja. Dari<br>remaja yang hadir, terdapat 8 remaja reisko tinggi underweight. Kegiatan pendampingan posyandu renaja berjalan<br>dengan baik, remaja dan para kader sangat kooperatif. Setiap hasil pemeriksaan dijelaskan sesuai dengan keluhan<br>remaja. Remaja yang mengalami underweight diberikan konsultasi gizi dan dilakukan tindak lanjut untuk<br>pemeriksaan di puskesmas.</p> 2025-12-25T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2026 Dwi Indah Wulandari, Catur Setyorini, Atina Maya Fadhila http://ejurnal.ibisa.ac.id/index.php/jp/article/view/456 PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BERBASIS BAHAN LOKAL KEPADA BALITA STUNTING MELALUI MEDIA ANIMASI 2026-01-10T05:16:51+08:00 Nur Sholichah nursholichah84@gmail.com Tri Puspa Kusumaningsih tripuspakusuma@gmail.com Meisya Tri Budiyarti meisya33@gmail.com Destina Putri destinarani05@gmail.com Reni Afsiyah renayafsi91@gmail.com <p>Gizi Merupakan faktor penentu utama yang berhubungan dengan kualitas sumber daya manusia. Anak<br>anak berusia kurang dari lima tahun merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah gizi dan<br>kesehatan. Masalah gizi kurang merupakan salah satu faktor penyebab kematian bayi, keadaaan tersebut<br>secara langsung disebabkan oleh asupan gizi yang kurang mencukupi.Berbeda dengan status stunting,<br>Maka kasus gizi buruk masih dapat diperbaiki dengan memberikan nutrisi yang baik maka pertumbuhan<br>anak masih dapat meningkat.Oleh sebab kegiatan ini dilakukan, untuk membantu mencukupi kebutuhan<br>anak balita dengan progam pemberian maknan tambahan (PMT) Makanan tambahan diutamakana<br>bahan berbasis lokal</p> 2025-12-15T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2026 Nur Sholichah, Tri Puspa Kusumaningsih, Meisya Tri Budiyarti, Destina Putri, Reni Afsiyah http://ejurnal.ibisa.ac.id/index.php/jp/article/view/457 EDUKASI KESEHATAN TENTANG PENYAKIT TIDAK MENULAR MELALUI POSYANDU DENGAN PENDEKATAN CERDIK DI WILAYAH KELURAHAN MOJOSONGO SURAKARTA 2026-01-10T05:24:41+08:00 Dwi Lestari bidandwi@gmail.com Anita Dewi Lieskusumastuti dewi712@yahoo.co.id Ikrima Azkurin Nabila ikrimanabila18@gmail.com <p>Angka kesakitan akibat penyakit tidak menular (PTM) di dunia dan Indonesia terus meningkat dalam<br>beberapa tahun terakhir. WHO menyebut empat faktor risiko utama: merokok, kurang aktivitas fisik,<br>konsumsi alkohol, dan pola makan tidak sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan<br>meningkatkan pemahaman warga tentang penyakit tidak menular (PTM) dan pencegahannya melalui<br>pendekatan CERDIK (Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dan<br>seimbang, Istirahat cukup, Kelola stres). Kegiatan dilakukan di Posyandu wilayah Kelurahan Mojosongo,<br>Kota Surakarta pada tanggal 14-15 November 2025. Peserta yang hadir sebanyak 50 orang. Metode yang<br>digunakan adalah edukasi kesehatan melalui ceramah singkat, diskusi, dan tanya jawab. Materi meliputi<br>pengenalan PTM (hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, stroke), faktor risiko, tanda bahaya, serta<br>langkah pencegahan berbasis CERDIK yang mudah dilakukan sehari-hari. Evaluasi dilakukan secara lisan<br>dengan mengajukan pertanyaan kepada peserta di akhir kegiatan untuk melihat pemahaman terhadap pokok<br>materi. Hasil kegiatan menunjukkan peserta aktif berdiskusi dan mampu menyebutkan kembali komponen<br>CERDIK serta contoh penerapannya dalam rumah tangga. Kegiatan edukasi di Posyandu dapat menjadi cara<br>sederhana untuk memperkuat perilaku hidup sehat dan mendorong deteksi dini faktor risiko PTM di tingkat<br>kelurahan.</p> 2025-12-25T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2026 Dwi Lestari, Anita Dewi Lieskusumastuti, Ikrima Azkurin Nabila http://ejurnal.ibisa.ac.id/index.php/jp/article/view/458 KESULITAN PELAFALAN SISWA DALAM AKTIVITAS BERBICARA UNTUK SISWA KELAS 7 DI SMP TAKHASUS NURIL ANWAR 2026-01-10T06:02:20+08:00 Muhammad Taufiq Faruqi taufiqfaruqi@ibisa.ac.id <p>Penelitian sebagai pengabdian masyarkat ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan kesulitan<br>pengucapan siswa selama kegiatan berbicara pada siswa kelas tujuh di SMP Takhasus Nuril Anwar. Penelitian<br>ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Partisipan penelitian ini adalah siswa kelas tujuh dan seorang<br>guru Bahasa Inggris di SMP Takhasus Nuril Anwar. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara, dan<br>dokumentasi berupa rekaman audio dan catatan lapangan. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian<br>data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami beberapa kesulitan<br>pengucapan, seperti salah mengucapkan bunyi vokal dan konsonan, kesulitan membedakan bunyi yang mirip,<br>penekanan kata yang salah, dan rendahnya kepercayaan diri saat berbicara Bahasa Inggris. Faktor-faktor yang<br>menyebabkan kesulitan ini meliputi interferensi bahasa ibu, kosakata yang terbatas, kurangnya latihan<br>pengucapan, dan rasa takut membuat kesalahan.</p> 2025-12-15T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Taufiq Faruqi http://ejurnal.ibisa.ac.id/index.php/jp/article/view/459 PEMBERDAYAAN KADER DALAM DETEKSI DINI TANDA BAHAYA MASA NIFAS DI DESA BRENGGONG KECAMATAN PURWOREJO, KABUPATEN PURWOREJO JAWA TENGAH 2026-01-17T03:14:59+08:00 Nurma Ika Zuliyanti nurma.iz@ibisa.ac.id Kalis Budiningsih kalisbn@gmail.com <p>Masa nifas merupakan masa yang diawali sejak beberapa jam setelah plasenta lahir dan berakhir<br>setelah 6 minggu setelah melahirkan. Pada masa ini, ibu nifas mengalami perubahan fisiologis<br>dan psikologis yang memerlukan pemantauan ketat. kader kesehatan sebagai mitra tenaga<br>kesehatan memiliki peran penting dalam menjangkau masyarakat, khususnya ibu nifas yang<br>tinggal di daerah terpencil atau sulit mengakses fasilitas kesehatan. Data yang diperoleh dr Bidan<br>Desa Brenggong di Desa Brenggong memiliki kader sejumlah 30, kemudian dilakukan studi<br>pendahuluan dimana kader tersebut belum mendapatkan pelatihan tentang deteksi dini tanda<br>bahaya masa nifas. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menngkatkan<br>pengetahuan pengetahuan dan kemampuan kader dalam deteksi dini tanda bahaya masa nifas.<br>Metode yang digunakan dengan penyuluhan menggunakan metode ceramah dengan<br>menggunakan media power point dan liflet yang berisi penjelasan mengenai tand abahaya<br>masa nifas. Hasil pengabdian masyarakat dilihat dari pre dan post test pengetahuan kader<br>kesehatan mengenai tanda bahaya masa nifas mengalami peningkatan. Kesimpulan, Peningkatan<br>kapasitas kader diharapkan dapat memperkuat pemantauan ibu nifas sehingga mencegah<br>komplikasi.</p> 2025-12-15T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2026 Nurma Ika Zuliyanti, Kalis Budiningsih